Sahabat.....
Luqman adalah tokoh orang tua yang bijak dalam mendidik anak yang diabadikan
dalam Al-Quran, ada beberapa Nasehat dari
Lukman kepada anaknya yang bisa kita ambil sebagai pelajaran kepada anak-anak
kita atau anak buah kita ( tentu saja redaksinya silahkan Anda rubah sesuai
dengan kondisi ), nasehat-nasehat tersebut diantaranya :
1. Anakku, jauhilah SYIRIK, karena itu
akan mematikan hati menimbulkan MURKA Allah
2.
Anakku, janganlah berjalan di muka bumi dengan SOMBONG, karena itu akan
menghancurkanmu
3.
Anakku , BERSYUKURLAH kepada Allah dan kepada kedua orang tuamu, karena
Allah yang telah menciptakanmu dan orang tuamulah yang melahirkan, membesarkan
dan mendidikmu.
4. Anakku ketahuilah sesungguhnya DUNIA BAGAIKAN
LAUT YANG DALAM , banyak yang karam kedalamnya bila engkau ingin selamat , agar
jangan karam, layarilah lautan itu dengan sampan yang bernama taqwa, isinya
ialah iman dan layarnya adalah tawakkal kepada Allah.
5.
Orang yang senantiasa MENYEDIAKAN DIRINYA untuk
MENERIMA NASEHAT, maka dirinya akan mendapatkan penjagaan dari Allah. Orang
yang insyaf dan sadar setelah menerima nasihat orang lain, dia kan senantiasa
menerima kemuliaan dari Allah juga.
6.
Orang yang MERASA DIRINYA HINA DAN RENDAH dalam
beribadah dan taat kepada Allah, jadilah ia tawadhu
kepada Allah , dia akan lebih dekat dengan Allah dan selalu berusaha
menghindarkan maksiat kepada-Nya.
7.
Hai anakku; seandainya orang tuamu marah
kapadamu karena kesalahanmu maka MARAHNYA ORANG TUA itu adalah bagaikan PUPUK
bagi tanaman.
8.
JAUKANLAH
dirimu dari BERHUTANG, karena berhutang itu menjadikan dirimu hina diwaktu
siang dan gelisah diwaktu malam.
9.
Senantiasalah BERHARAP kepada Allah tentang
sesuatu yang menyebabkan untuk tidak mendurhakai Allah. Takutlah kepada Allah
dengan sebenar-benarnya takut, tentulah engkau akan lepas dari sifat
keputusasaan dari Rahmat-Nya.
10.
Hai anakku ; seorang PENDUSTA akan lekas hilang
air mukanya karena tidak dipercyai orang dan seorang yang telah bejat akhlaqnya
akan senantiasa banyak melamunkan hal-hal yang tidak benar. Ketahuilah ,
memindahkan batu besar dari tempatnya semula itu lebih mudah daripada memberi
pengertian kepada orang yang tidak mau mengerti.
11.
Hai anakku ; engkau telah merasaan betapa
beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amat berat, tetapi akan lebih
berat lagi dari pada itu semua adalah bilamana engkau mempunya TETANGGA YANG
JAHAT.
12.
Hai anakku ; janganlah sekali-kali engkau
mengirimkan seseorang yang BODOH menjadi utusan. Maka bila tidak ada orang yang
cerdas dan pintar, sebaiknya dirimu sendirilah yang menjadi utusan.
13.
JAUHILAH SIFAT DUSTA, sebab berdusta itu enak
sekali mengerjakannya, bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit saja
berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.
14.
Hai anakku ; bila engkau menghadapi dua
alternative taziyah orang mati ataukah
menghadiri pesta perkimpoian maka hendaklah engkau memilih untuk MELAYAT ORANG MATI,
sebab melayat orang mati itu akan mengingatkanmu pada kampung akhirat,
sedangkan menghadiri pesta perkimpoian itu akan mengingatkanmu kesenangan
duniawi saja.
15.
Janganlah engkau makan sampai KENYANG YANG
BERLEBIHAN, karena sesungguhnya makan yang terlalu kenyang itu alangkah lebih
baiknya bila diberikan kepada anjing saja.
16.
Hai anakku ; jangnlah kamu langsung menelan saja
karena manisnya barang dan janganlah kamu langsung memuntahkan barang karena
pahitnya. Karena YANG MANIS BELUM TENTU MENIMBULKAN KESEGARAN, dan YANG PAHIT
ITU BELUM TENTU MENIMBULKAN KEGETIRAN.
17.
MAKANLAH makananmu bersama-sama dengan ORANG
YANG TAQWA dan MUSYAWARAHKANLAH urusanmu dengan para ALIM ULAMA dengan cara
memohon nasihat kepadanya.
18.
Hai anakku ; bukanlah suatu kebaikan namanya
bilamana engkau selalu mencri ilmu namun engkau tidak mengamalkanya. Hal itu
tak ubahnya bagaikan seorang yang mencari kayu bakar, banyak terkumpul maka ia
tidak kuat memikulnya tetapi ia masih selalu menambahnya juga
19.
Hai anakku ; bila engkau ingin menemukan KAWAN
SEJATI, maka ujilah dahulu dengan membuat dia MARAH bila dalam kemarahanya itu
dia masih berusaha menginsyafkan atau menyadarkan kamu, maka bolehlah dia
engkau ambil sebagai kawan. Bila tidak demikian maka berhati-hatilah engkau
terhadapnya.
20.
Selalulah BAIK TUTUR KATAMU dan HALUS BUDI
BAHASAMU serta MANIS WAJAHMU, karena engkau akan disukai orang melebihi sukanya
seseorang terhadap orang lain yang pernah memberikan barang berharganya.
21.
Hai anakku ; bila engkau BERTEMAN, tempatkan
dirimu padanya sebagai orang yang TIDAK MENGHARAPKAN SESUATU DARIPADANYA namun
BIARKAN DIA YANG MENGHARAPKAN SESUATU DARIMU.
22.
Jadikanlah dirimu dalam segala perilakumu
sebagai orang yang TIDAK INGIN MENERIMA PUJIAN atau orang yang mengharapkan
sanjungan orang lain, karena motivasi riya/pamrih itu menimbulkan CELA dan
MENGECEWAKAN DIRIMU.
23.
Hai anakku ; usahakanlah agar mulutmu jangan
sampai mengeluarkan kat-kata yang busuk dan kotor serta kasar, karena engkau
akan LEBIH SELAMAT BILA BERDIAM DIRI. Kalu berbicara usahakanlah agar bicaramu
mendatangkan kemanfaatan bagi orang lain.
24.
Hai anakku ; janganlah engkau CONDONG KEPADA
URUSAN DUNIA dan hatimu selalu direpotkan dunia saja karena engkau diciptakan
kedunia bukanlah untuk dunia saja. Sesungguhnya tak ada makhluk yang paling
hina dari pada orang yang terpedaya oleh dunia.
25.
Hai anakku janganlah engkau mudah tertawa kalau
bukan karena sesuatu yang menggelikan, engkau berjalan tanpa tujuan pasti,
janganlah engkau menanyakan sesuatu yang tidak ada gunanya bagimu, janganlah
menyia-nyiakan hartamu.
26.
Barang siapa yang PENYAYANG AKAN DISAYANG,
barang siapa pendiam tentu akan selamat dari berkata yang mengandung racun, dan
barang siapa yang tidak bisa menahan lidahnya dari berkata kotor tentulah akan
menyesal.
27.
Hai anakku ; BERGAULLAH RAPAT engkau dengan
orang ULAMA dan ILMUWAN, perhatikan lah nasihat dan perkataanya karena
sesungguhnya sejuklah hati ini mendengarkan nasihatnya hiduplah hati ini dengan
cahaya hikmah dari mutiara kata-katanya bagaikan tanah yang subur tersiram air
hujan.
28. Hai
anakku ; AMBILLAH DUNIA SEKEDAR KEPERLUANMU, dan nafkahkanlah yang selebihnya
untuk bekal akhiratmu. Janganlah kau tendang dunia ini ke keranjang sampah
karena nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain.
Sebaliknya jangan engkau peluk dunia ini serta merengguk habis airnya karena
sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar